Enam Kelompok Orang Yang Mulia Di Akhirat

Enam Kelompok Orang Yang Mulia Di Akhirat
Enam Kelompok Orang Yang Mulia Di Akhirat

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ سَيُعْلَمُ أَهْلُ الْجَمْعِ الْيَوْمَ مِنْ أَهْلِ الْكَرَمِ فَقِيلَ وَمَنْ أَهْلُ الْكَرَمِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَهْلُ الذِّكْرِ فِي الْمَسَاجِدِ

Dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bahwasanya beliau bersabda: Allah 'Azza Wajalla berfirman: 'Pada hari ini semua orang yang berkumpul di Padang Mahsyar akan diberitahukan tentang orang yang mulia, maka ada yang bertanya; Siapakah orang yang mulia itu wahai Rasulullah? beliau menjawab: Orang yang selalu berada di majlis zikir dalam masjid.
(HR. Ahmad no. 11297 Kitab : Baqi Musnad Al mukatsirin)

Kandungan Hadis

1. Kemuliaan di hari akhir ditentukan oleh amal saleh yang pernah dilakukan ketika hidup di dunia. Hadis tersebut mengabarkan bahwa duduk berdzikir setelah shalat subuh berjamaah hingga menjelang syuruq merupakan amalan utama. Tetap duduk di masjid sambil berzikir, berdoa, bermunajat, atau membaca Alquran, dalam kondisi tetap suci belum berhadas. Pada saat semacam itu, malaikat mendoakannya agar diberi ampunan dan rahmat oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda,

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan pula dari Abu ‘Abdirrahman, ia berkata: “Aku mendengar ‘Ali berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

: إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا جَلَسَ فِيْ مُصَلاَّهُ بَعْدَ الصَّلاَةِ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ، وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. وَإِنْ جَلَسَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

‘Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan shalat, maka para Malaikat akan bershalawat untuknya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia

HR Ahmad dalam Al-Musnad (II/292 no. 1218)

Waktu setelah subuh menjelang bidayatud Dhuha (sekarang jam 06.13 WIB wilayah Ponorogo Jatim)adalah waktu berkah

اللَّهُمَّ بَا رِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud no. 2606, At Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236).

2. Kelompok lain yang pada hari kiamat, diberikan derajat tinggi adalah para muadzin karena memiliki kemuliaan yang disimbolkan dengan lehernya panjang.

عن معاوية رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة

”Diriwayatkan dari Muawiyah RA berkata, ”Aku mendengar bahwa Nabi bersabda, ‘Para Muadzin (orang yang Adzan) adalah golongan yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.’” (HR. Muslim).

Menurut Imam Suyuthi dalam kitab Syarah Muslim, hadis di atas maksudnya adalah para muadzin akan menjadi seorang pemimpin atau orang mulia. Ini mengikuti tradisi orang Arab yang menjuluki orang bangsawan dengan sebutan leher panjang. Ada juga yang mengatakan bahwa para muadzin akan memiliki banyak pengikut. Hal ini seperti dalam sebuah hadis:

3. orang yang selalu bersalawat kepada Nabi Muhammad saw termasuk orang yang memiliki kedudukan tinggi dan dekat dengan maqom para nabiyullah..

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :إن أقربكم مني يوم القيامة أكثركم صلاة عليّ

Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya di antara kalian yang paling dekat dariku di hari kiamat adalah yang paling banyak bersalawat terhadapku.” (HR. Baihaqi)

4. Kelompok yang berakhlak mulia mempunyai maqom yang dekat dengan Nabi SAW. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.”
(HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201.)
Bahkan dengan akhlak mulia, seseorang bisa menyamai kedudukan (derajat) orang yang rajin berpuasa dan rajin shalat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur.”

(HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165.)
Dengan semakin kokoh ‘aqidah dan keimanan seseorang, akan semakin baik akhlaknya. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.)

5. Maqom tinggi dibawah para Nabiyullah adalah para syuhada. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari 2790 & Ibnu Hibban 4611).

6. Maqom paling tinggi adalah kelompok orang yang dikabarkan oleh ayat berikut

: وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barang siapa yang menaati Allâh dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allâh, yaitu Nabi-nabi, para shiddîqîn dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allâh, dan Allâh cukup mengetahui. [An-Nisâ`/4:69].
Wallahu A'lam

Kajian Hari Ini

Surga
Nabi Muhammad SAW: waktu aku dinaikkan ke langit, aku melihat 4 sungai surga: air, susu, khamr dan madu jernih