Sistem Pembelajaran Adaptif Dengan ZenCore

Sistem Pembelajaran Adaptif Dengan ZenCore
Sistem Pembelajaran Adaptif Dengan ZenCore

Pada masa pandemi COVID-19 sistem pendidikan di Indonesia menerapkan sistem online, tidak hanya di Indonesia, bahkan diseluruh dunia menerapkan belajar mengajar secara online. Tujuan pembelajaran online yaitu untuk mengurangi penyebaran COVID-19 secara masal.

Sektor pendidikan selama pandemi mengadopsi teknologi secara keseluruhan. Baik guru dan siswa wajib memiliki hanphone atau laptop untuk belajar selama pandemi. Hal ini merupakan momentum yang tepat untuk menghadirkan sistem pembelajaran adaptif dengan ZenCore.

Menurut Sabda PS yang merupakan Founder dan Chief Education Officer Zenius mengklaim bahwa pihaknya menjadi edtech pertama di sektor K12 yang mengadopsi metode pembelajaran adaptif sejak awal bulan kemarin melalui fitur terbarunya yaitu ZenCore.

Pada materi pembelajaran tersebut terdapat dua fitur utama, yaitu :

CorePractice 

CorePractice merupakan tempat latihan dengan ratusan ribu pertanyaan latihan dari 3 cabang konsentrasi utama seperti logika verbal, matematika, dan bahasa Inggris.

CoreInsight

CoreInsight merupakan tempat yang menyediakan berbagai pengetahuan yang insightful seperti filsafat, basic sciences, big history, yang dapat digunakan untuk mendukung dan memperluas wawasan dari sudut pandang pengguna. 

Dengan penggunaan teknik pembelajaran adiptif dapat menjadi stimulus positif dalam sistem pendidikan di Indonesia dan kemungkinan untuk kedepannya akan banyak pemain lain yang ikut mengadopsi sistem tersebut untuk merangsang minat dan motivasi belajar siswa agar lebih maksimal.

Pada dasarnya sistem pembelajaran adaptif juga efektif bagi semua orang yang ingin mempelajari sesuatu. Seperti contoh misalnya, organisasi non-profit Elearning Industry yang menerapkan program pembelajaran adaptif online di Belanda dan Polandia, khusus untuk penduduk berusia lebih dari 50 tahun yang ingin belajar.

Peserta kemudian mengisi survei di akhir program, dan 60 persen di antara mereka mengaku bahwa metode baru ini sangat menarik untuk dicoba dan merasa bahwa konten yang mereka pelajari maupun kerjakan lebih sesuai dengan level kemampuan serta kebutuhan mereka.

Untuk lebih jauh berdasarkan penelitian platform pembelajaran adaptif adaptemy pada tahun 2017, bahwa ditemukan 70 persen siswa merasakan peningkatan pada kemampuan matematika, sementara 89 persen merasa bahwa soal-soal latihan yang diberikan oleh sistem pembelajaran adaptif sangat membantu dalam proses pemahaman mereka.

Dalam hal ini, faktor-faktor yang paling disukai siswa yaitu personalisasi soal dan materi sesuai dengan kemampuan mereka dengan skor 42 persen, relevansi soal-soal latihan dengan skor 39 persen, serta evaluasi yang lebih relevan dan mendalam dengan skor 38 persen.

Tim teknologi mereka telah menggunakan perpaduan sistem alogaritma, machine-plearning, dan kecerdasan buatan yang cukup canggih untuk menghadirkan implementasi pembelajaran adaptif yang bersekala luas.

Harapan mereka dengan sistem pembelajaran adaptif tersebut dapat membantu siswa untuk mengetahui tingkatan pemahaman mereka, terutama dalam keterampilan fundamental, dan membantu mereka untuk mulai belajar dari mana saja. 

Selain itu, mereka juga akan terus mengembangkan metode pembelajaran sistem ini pada platfom mereka, agar setiap siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa takut merasa tertinggal dengan teman sekelasnya dan menjadikan mereka siswa yang cerdas, trampil, yang kelak kedepannya menjadi generasi penerus untuk bangsa kita ini.